28 november 75: Hari Proklamasi Kemerdekaan Timor-Leste secara sepihak oleh Comitê Central da FRETILIN [CCF] dengan nama RDTL [República Democrática de Timor-Leste]
7 desember 1975 - 1999: Hari Invasi, dimana Indonesia menganeksasi dan mengangkat Timor-Leste serta menggantikan nama menjadi Timor Timur selama 24 tahun.
17 juli 1976: Hari Integrasi Timor Timur, ketika Indonesia meng-integrasi-kan Timor Timur secara sepihak ke dalam wilayah RI sebagai propinsi ke 27.
27 januari 99: Dua Opsi diumumkan oleh Presiden RI BJ Habibie yang menawarkan 2 Opsi yaitu [1:menerima otonomi dan 2:menolak otonomi] kepada rakyat Timor Timor di propinsi ke 27 saat itu untuk menentukan nasib sendiri.
30 agustus 99: Hari jajak pendapat/ referendum dan dimenangkan oleh opsi kedua [menolak otonomi], maka berpisahlah Timor Timur dan RI secara resmi dengan kekecewaan yang mendalam.
Ini berkat jasa Presiden Habibie yang memberikan 2 opsi untuk memilih nasib sendiri. Terima kasih pak Habibie, jasamu tetap dikenang sepanjang masa, semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan.
Akhir 99 - awal 2002: Masa Transisi UNTAET/ masa tenang/ masa persiapan.
20 mei 2002: Hari Pemulihan/Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste disaksikan Sekjen PBB Anan Kofi Anan, Presiden RI Megawati Sukarno Putri, dan beberapa kepala negara lainnya, maka nama Timor-Leste kembali diucapkan secara resmi pada 20 mei 2002, dengan berkibarnya bendera kebangsaan RDTL dan berkumandangnya lagu kebangsaan "Pátria Pátria" yang hingga kini telah berusia 24 tahun.
---
Bersambung ke versi tetun--->